Kandangan dikenal sebagai "kota petarung" karena sejarah panjang keberanian warganya, tradisi kepemimpinan hulu balang dan jawara yang lekat dengan senjata tajam tradisional, serta peran pentingnya sebagai pusat perlawanan pada masa kolonial hingga revolusi fisik (seperti peristiwa heroik Amuk Hantarukung dan basis Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan).
Asal-Usul Julukan dan Karakter Wilayah
• Tradisi Hulu Balang dan Jawara: Masyarakat Kandangan memiliki akar sejarah di mana para hulu balang dan jawara kerap membawa senjata tajam (seperti parang bungkul) untuk menjaga keamanan dan kehormatan wilayah.
• Perlawanan terhadap Kolonial: Sejarah mencatat berbagai perlawanan keras rakyat setempat terhadap penindasan kolonial Hindia Belanda, salah satunya insiden berdarah Amuk Hantarukung di Distrik Amandit (Kecamatan Simpur) pada September 1899.
• Pusat Revolusi Fisik: Pada masa kemerdekaan, Kandangan menjadi basis pertahanan penting bagi Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan, serta melewati masa-masa gejolak sosial pasca-kemerdekaan (zaman gerombolan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar